NASIONALISME GAYA JEPANG?

18Feb08

jepang

hari minggu kemarin (2/17) aku secara tak sengaja baru saja bertemu dengan seorang calon mahasiswa S3 (kalau saya es gozrok campur tape) yang berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi ngetop di bali.ya emang gak sengaja karena ketika kami bertemu beliau baru beberapa jam sampai di jepun.

ada banyak cerita menarik tentunya karena beliau ini datang ke jepun hanya bermodalkan bahasanya para kumpeni alias orang kulon sana.sudah bisa di tebak,kita bakalan kesusahan di jepun ketika hanya bermodalkan basa jawa ngapak eh inggris maksudnya.terutama untuk aktipitas sehari-hari yang banyak melibatkan rakyat jelata.

mungkin anda berpikir (kalau mikir) negara maju seperti jepang sebagian besar masyarakatnya mahir berbahasa inggris? ah,jelas salah boss.untuk membaca hurup romaji (romawi) saja kita harus mencari orang yang lumayan gawul dikit.belum lagi masalah ejaan at,et,ek,ad, halah pokoknya ribet.

untung saja rekan saya tidak jadi naik densha (kereta api) yang memang kadang harus gonta-ganti kereta dengan selangkangan waktu yang menjepit dan harus tepat.karena saran seseorang yang di temui di bandara akhirnya menggunakan bus.

ketika turun dari bus dan naik taksi dia pun harus kembali kecele.karena sopir taksinya ternyata buodo banget tidak bisa membaca alamat yang di tulis dalam huruf romawi.akhirnya bahasa tubuh menjadi penengahnya hehe…

suasana keakraban langsung tercipta ketika kami betemu.apalagi saya datang di dampingi seorang japanese dan cewek lagi.celakanya cewek panggilan tadi sudah lama ketempelan jin bali alias demen banget sama yang berbau bali sehingga otomatis saya sebagai pengawalnya dinomorduakan.tapi celaka dan untungnya ceweknya ga bisa basa indonesia sehingga saya tetap pegang kendali ha.ha…

kembali ke masalah orang jepun,

berdasarkan pengamatan saya (pake kacamata) dan juga hasil wawancara dengan beberapa sumber (halah,kaya reporter..).sebenarnya orang jepang sering merasa tidak nyaman dengan huruf-huruf cacing yang mereka pake selama ini.bahkan saya sering melihat mereka harus membolak-balik kamus untuk bisa menulis kanji dengan baik.

yomeru kedo,kakenai.. (bisa baca tapi tak bisa nulis) begitu kata mereka.

tapi walaupun begitu mereka hampir tak pernah protes dengan hal ini.mereka keliahatan lebih bangga menonjolkan anunya,eh bahasa sendiri maksudnya.dan ini tidak hanya dalam masalah bahasa tentunya tapi dalam banyak hal.untuk masalah barang produksi pun tulisan made in japan (terutama untuk produk “berkelas”) akan sangat mudah kita temui disini walapun kadang ada juga tulisan made in indonesia (kalau nemu tulisan itu saya langsung tersenyum,narsis dong).

ke “narsis” an jepang mungkin juga salah satu kunci keberhasilan dalam menjadikan negara mereka seperti sekarang ini.

ah,saya jadi merasa bangga dengan basa kebumen saya yang ngapak,basa jawa saya yang ndeso(kata orang kota sono),dan juga basa endonesa yang tercinta tentunya.

marilah kita pelajari dunia tanpa harus melupakan siapa kita.

Iklan


14 Responses to “NASIONALISME GAYA JEPANG?”

  1. Nama ane juga sebenernya: Mas Bali Kopdang..
    Jadi tolong deh, kenalin sama cewe jepun itu..
    😀

  2. kayak ajarannya Mahatma Gandhi dong…

  3. klo nasionalisme gaya Indonesia piye mas? :mrgreen:

  4. @mas kopdang
    hahaha..bukan bali kopdang mas tapi kepudang bali

    @siti jenang
    begitulah mungkin bpss…

    @hanggadamai
    klo gaya endonesa petantang-petenteng gada isi kayaknya hehe..

  5. Ane juga kagum ama semangat juang masyarakatnnya, sekalifun ane perhatikan mulai terjadi dekadensi nilai-nilai budaya terutama di kalangan generasi mudanya. Ane pernah tinggal di Shizuoka… :mrgreen:

  6. 6 WIMPY

    bagiku… Indonesia is t best… top banget deh… untuk itu mari kita bersama-sama membuat Indonesia ini tempat yang paling membagakan bagi anak-anak kita…..
    salam kenal….

  7. jadi inget film the last samurai 😀

    kan di endingnya sang kaisar bilang gini:
    “We have railroads and cannon and Western clothing. But we cannot forget who we are. Or where we come from.” – credit : http://www.imdb.com/title/tt0325710/quotes

    demikian kita juga dong. biarpun udah bertahun2 di luar negeri, harus tetep inget sama negara sendiri, inget jati diri kita 🙂

    btw, saya sendiri belum pernah keluar negeri siiii..

  8. eh, ada moderasi ya..

  9. hahaha….
    baru tahu…
    tapi pada intinya (klo menurut saya),
    kadang kadang, pemaksaan pada hal tertentu boleh juga, dan “kearifan” pada hal tertentu ternyata sangat salah… contohnya adalah BASWE , Sutiyoso, dan FOKE

    salam kenal

    masdhenk

  10. hihihi.. lucu postingannya..
    Iya di Jepang semua informasi komplit, cuman ya harus tahan dan kuat bisa baca tulisan2 dewa itu.. even beli brg elektronik merek mendunia, manualnya tetep bhs jepun doank.. ABCDEFG.. hehehe

  11. 11 mare

    numpang lewat 🙂

  12. 12 mare

    eh ya klo soal nasionalisme masa kini contohnya Anggun C Sasmi itu masih masuk enggak???

  13. 13 vergilisdead

    Wahhh…menarik nih…
    gw rasa kita ngga’ ngerasa dijajah jepang mpe skarang.
    Ada yg ngerasa g?
    komik? dr jepun
    musik? dr jepun
    animasi bergerak? dr jepun
    Mesin cuci ibu gw? dr jepun
    Vetsin/misin? dr jepun
    sendal jepit? dr jepun
    motor? dr jepun

    hiks…mana kebanggan kita sbg anak bangsa…….t

  14. 14 niken

    yap…uku jg suka banget all about japan,mereka tu dimana2 clean…ngak kyk disini dee…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: