BELUM TUA BELUM BOLEH BICARA

17Jan08

belum tua belum boleh bicara

ho.ho.ho..

lagi-lagi saya menggunakan semboyan sebuah iklan untuk judul kali ini.ya gak apa-apa wong memang semboyannya jempolan kok (bukan lagi ngiklan lo boss,sumpe).

coba kita perhatikan bareng kata di atas “belum tua belum boleh bicara”kata yang pendek namun menyimpan sejuta pertanyaan (mungkin).ah,saya pilih kalimat ini karena ada kejadian yang cukup menarik baru saja menimpa saya.

innalillahi..

heh,sapa tu yang bilang innalillahi,emangnya aku meninggal apa?

kembali ke laptop eh dekstop maksud saya.ceritanya begini.dalam tulisanku yang lalu aku coba mengangkat masalah politik (huh,serem).yaitu tentang mantan penguasa orde baru sapa lagi kalau bukan Suharto.bak seorang detektip tentu aku sudah meramal apa respon yang bakalan timbul.pro kontra itu pasti.

e..ladala..,jadilah kenyataan ramalanku itu.di situ aku terlibat perkelahian dengan salah satu tamu terhormatku.jurus demi jurus berlalu.namun tidak ada juga yang mau ngalah.dan akhirnya..

ada satu hal yang saya sayangkan disini.dialog yang mulanya sehat bergeser ke arah-arah subyektip.bak seorang malaikat yang sedang menyidang manusia (konon) kira-kira beginilah intinya:

hai kamu anak kecil tau apa,omong thok bass-buss.belum tua belum boleh bicara tahu!

haia..,sebagai seorang yang sedang bertapa.tentu aku komat-kamit baca mantra.namun lama kelamaan nek juga apabila dalam berdiskusi kita di kucilkan karena alasan umur.iya kan?

di sadari atau tidak hal seperti ini sebenarnya sering terjadi di sekitar kita.belum semua orang bisa menerima perbedaan dalam melihat suatu permasalahan.umur dan juga gelar yang berderet sering di jadikan tameng untuk memperkokoh “kekolotan”nya.

“saatnya yang muda bicara”

kalau gak salah,slogan ini di gunakan oleh satu parpol yang menginginkan orang muda yang “bicara“(saya kurang paham ini).slogan inilah penangkal “belum tua belum boleh bicara” yang kolot itu.

namun bagi saya,tua atau muda sama saja.yang penting punya kemampuan apa tidak.dalam hal apapun,berdiskusi misalnya sebaiknya kita tanggalkan dulu hal-hal bersifat subyektif.dengan begitu tidak ada diskriminasi yang tidak seharusnya terjadi.biarlah sejarah yang akan menghakiminya.

bagaimana boss?

Iklan


4 Responses to “BELUM TUA BELUM BOLEH BICARA”

  1. 100% setuju!

  2. btw blognya aku link yaa… dan kalo sempet silahkan baca lagi tulisanku berjudul: dari ngantri ke fatwa mui, karena ada tambahan sedikit… arigato!

  3. @kang aden
    ah terima kasih kang,kita tukeran link..
    ya nanti mampir.sekarang tak mandi dulu hehe..

  4. 4 panieirene

    yupzz,,,emng bner tuh…

    http://panieirene.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: