KHUSUS DEWASA

03Jan08

dewasakah?

“tua itu pasti,dewasa itu pilihan”

ehm.. tentu bukan kalimat yang asing bagi anda.ya itu memang salah satu slogan perusahaan rokok besar di indonesia.kata-kata yang amat menarik menurut saya.

dewasa?

kalau menyontek ensiklopedia bebas berbahasa indonesia.kedewasaan dapat di definisikan dari aspek biologis,hukum,karakter pribadi atau status sosial.berbagai aspek kedewasaan ini sering tidak konsisiten dan kontradiktif.seseorang dapat saja dewasa secara biologis dan memiliki perilaku dewasa,tetapi tetap di perlakukan sebagai anak kecil jika berada di bawah umur secara hukum.sebaliknya seseorang dapat secara legal di anggap dewasa,tapi tidak memiliki kematangan dan tanggung jawab yang mencerminkan karakter dewasa. 

tapi gini boss,saya menganggap anda yang sedang mampir di sini sudah memenuhi aspek biologis dan hukum.berarti yang selanjutnya adalah karakter pribadi.

kembali ke slogan di atas

ya,tua itu memang pasti kalau tidak mati duluan ,tapi benarkah dewasa sebuah pilihan?kalau saya secara pribadi lebih setuju kalau dewasa adalah sebuah tuntutan dan kebutuhan.dan kita harus menyadari itu karena mau nggak mau semakin renta usia kita maka semakin banyak hal-hal yang harus kita hadapi dengan sikap dewasa.

lalu seperti apakah sikap dewasa itu?

mampu berbuat bijak dan menempatkan segala hal sesuai dengan tempatnya.itu saja memang tidak cukup namun kalau kita bisa melaksanakannya itu sudah hal yang luar biasa menurut saya.

yang kadang menjadi masalah terutama bagi saya adalah pola pikir kita sering kontradiktif dengan apa yang kita lakukan.jadi masih ada ketidak seimbangan antara teori dan prakteknya.ini yang sering tidak kita sadari.kita sering terjebak oleh bualan kita sendiri.

kalau saya sendiri melihat kedewasaan itu abstrak dan lebih bersifat personal.namun tentunya bukan berarti tak ada indikasi-indikasi sosial yang bisa mengukurnya.kedewasaan itu akan nampak ketika ketika menghadapi sebuah problema.

dan satu lagi,orang yang berusaha untuk menjadi dewasa akan terlihat dari kesehariannya yang akan selalu berusaha untuk memperbaiki diri.

sudah kah kita melakukannya?

ah,maaf para juragan ini hanya uneg-uneg saya setelah membaca kembali resolusi tahun baru kemarin.

Iklan


8 Responses to “KHUSUS DEWASA”

  1. hm2, saya sendiri sering merasa tua, tapi masih kekanak-kanakan..

    rasanya baru kmaren lepas baju putih abu2, eh pas liat sekeliling, kok sudah banyak teman yang nggandeng momongan..

    tapi rasanya saya masih ingin menikmati masa muda ini dengan hal2 yang menyenangkan, misalnya maen game atau baca komik seharian, hehe

  2. 2 ranran

    menurut gw mah, dewasa itu “pola pikir”, jadi ga selalu harus selaras dengan attitude, karena attitude or behavior lebih ke karakter, n karakter bukan sesuatu yang gampang diubah. So, sso yang terlihat kekanak2an belum tentu dia gak dewasa. Dewasa itu bisa dilihat dari respon sso terhadap persoalan. Dewasa itu lanjutannya ya bijaksana, to be wise, tabun ne..

    So desuka?

  3. @hideyoshi
    sebaiknya cepet-cepet nyari yang bisa ngasih momongan kawan,mumpung belum kadaluarsa he.he..
    @ranran
    ah,saya setuju kalau yang terlihat ke kanak-kanakan belum tentu dia gak dewasa.tapi gini,saya akan coba memisahkan antara attitude dan karakter.karena keduanya menurut saya berbeda.attitude adalah cerminan dari pada pola pikir itu sendiri.sedangkan karakter adalah “bawaan lahir”.
    contohnya gini,ketika kita bermain dengan anak-anak kita di tuntut untuk memasuki dunia mereka.namun di sisi lain kita juga harus bersikap dewasa.di situ jelas di mana posisi dari sikap tadi.
    atau mungkin ketika kita berdiskusi di sebuah forum,bisa saja kita “tampil” dewasa namun tidak pada aplikasinya.ini kenapa saya katakan pola pikir harus selaras sengan tindakan untuk bisa di sebut dewasa,karena pola pikir kita nantinya akan tercermin dari sikap kita.

    dan klo menurut saya mendingan kita balik aja tu semboyan rokok yang bunyinya being old is a must,being wise is a choice menjadi being wise is a must,being old is choice..seperti yang di dendangkan alpha ville,forever young,i want to be forever young..hu.hu..

    anyway,makasih banget atas kedatangannya..

  4. dewasa memang bukan dari segi usia tapi dari sikap dan pola pikir. ketika kita merenung, kadang akan terasa lucu dan aneh ketika kita mengingat sikap2 masa lalu kita, dan jika kita bisa mengelolanya, itu bs jadi modal untuk membuat kita lebih dewasa lagi. apa betul begitu?

  5. 5 khanza

    menrt q kedewasaan oerang itu gx bsa di lihat dari umur.
    lom tentu yang tua bersikap dewasa,mlah ad jga yang lbih muda yang lebih dewasa dri yang tua .
    ex:q ini selalu dikucilkan m keluarga q,kaern dianggp q ini krang dewasa msh kekanak kanakan,umur q ckrang 21 thun.
    emang sich q punya sft manja.tp bukan karn q ank manja bsa di katakan q gx bsa berfikir dewasa

  6. 6 alin

    iya juga tu..jarang banget yg punya sifat wise
    klw yg punya tularin ke yg blm py yak..
    coz rata2 manusia cuma py 1/2 kedewasaan..artinya saat memiliki problem kemungkinan di pecahkan secara wise hanya separuh..sebaiknya belajar sabar dan ikhlas..
    karena banyak masalah bisa diselesaikan dg cara begitu..
    at least,ga sa wise2 x,,yg penting gimana cara qta nerima org n belajar terima org juga..
    just be your self but make it better all day..

  7. 7 shofa marwah

    menurut ku,dewasa bukan karena umur ato fisik,,dws adl bagaimana kita mampu menyesuaikan dlm sgla hal, sgl kondisi yg da d sekitar kita,kita mampu bersikap bijak dlm sgl hal. banyak orang terlihat tua,nmun kdang sikap y msh kanak22, ia tak mampu menyelami suasana yg da…begitu sebaliknya kadang orang yg terlihat spt anak22, terkadang mampu bersikap bijak….dewasa muncul dari sebuah pengalaman….
    eXperience is the best teaCher!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!like this,,,,thank you

  8. Hello all, here every one is sharing these knowledge, so it’s nice to
    read this blog, and I used to go to see this web site everyday.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: