TUHANMU BABI?

29Des07

debat kusir.. 

para hadirin,ini adalah kiss-nyat alias kisah nyata.ho.ho.. 

beberapa hari kemarin,saat ku sedang asyik nongkrong istirahat siang datanglah seorang japanese (selanjutnya kita panggil si-jap)ke tempatku dan teman yang sedang asyik menikmati cumbuan asap rokok.

ya,itu memang sudah hal biasa bagi kami ngobrol santai setelah menikmati makan siang.namun yang lain kali ini adalah tema obrolannya.
entah siapa yang mulai atau kebetulan waktu itu pas hari natal.jadi obrolan kami mengenai hal yang berkaitan dengan natal.mulai dari tradisi yang di lakukan sampai tetek montok  bengeknya.
setelah obrolan ngalor ngidul nyantol juga ngomongin tentang Tuhan.wah,gawat ni sudah menyangkut Tuhan!
“Tuhan kamu namanya siapa?” tanya si-jap
“Allah”,jawabku mantap.
“kalau tuhan kamu?”si-jap kembali bertanya ke temanku yang kebetulan seorang kristen.
“Yesus,”jawab temenku
“oh,yesus ta”.kata si-jap sambil ngangguk-ngangguk bak ustad berjenggot.
“kalau Tuhan yesus kan wujudnya salib,terus kalo Arra (Allah)?”tanya si japan sok tau.
“nggak ada,” kataku
si japanese ini tetep ngeyel,maksa terus apa wujud dari Tuhannya orang isuramu (islam).

mungkin raksasa?”
“atau patung-patung?”
“nggak ada!”,
kataku
“atau mungkin buta (babi)?”
duarr!!,aku dan temanku tersentak kaget ketika dia bilang babi.sesuatu yang sama sekali tidak terlintas di pikiranku.karena dalam islam babi adalah hewan yang di haramkan dan konon juga sangat di jauhi.kok brani-braninya menyamakan dengan Tuhan.

bah,untung di sini nggak ada preman berjubah yang suka bawa pentungan.coba kalau ada pasti di jotosin dan di iket pake jubahnya kamu,mbatinku.
rasa kaget dan geli membuat kami tersenyum terpingkal-pingkal.bahkan temenku sampai berdiri anunya dan kabur nggak kuat menahan napsu tawa.
dasar jepang,dia cuma bengong melihat kami tertawa.
setelah suasana reda dan aku bisa menghirup udara aman akupun balik bertanya.
“orang jepang punya tuhan tidak?”selidikku bak detektip
“punya”,jawabnya singkat tapi terlihat keraguan.
“apa tuhanmu?”tanyaku
“ya pokoknya ada.”
“lalu apa?”desakku
“ada tapi nggak tak kasih tau”,jawab si jepang sambil berlalu.
dasar jepang ,batinku.

ah,maap pemirsa bukannya aku mau menyepelekan Tuhan kita.namun cerita di atas sedikit memperjelas “keberadaan” Tuhan.

masyarakat jepang yang sebenarnya cenderung atheis,pada dasarnya mereka juga meyakini adanya Tuhan.

bahkan walaupun dalam kehidupan sehari-hari mereka tidak teriak “agama-agama!”.namun dalam tindakan mereka sangatlah menampilkan nilai-nilai agama yang sampai sekarang kita baru bisa menjadikannya sebagai semboyan.

ngiri aku..

Iklan


7 Responses to “TUHANMU BABI?”

  1. coba dia melakukan aktivitas seperti Nabi Ibrahim dalam menemukan Tuhan.

  2. coba dia melakukan aktivitas seperti Nabi Ibrahim dalam menemukan Tuhan.

    *idem*

  3. wah, tulisan dan kisah yang sangat menarik 🙂

    ternyata orang jepang begitu ya..

    kalau begitu, tidak tertutup kemungkinan mereka mau masuk agama laen kan (misal Islam)

    saya denger2, banyak juga sodara kita muslim di jepang yang bisa meng-islamkan beberapa nihonjin. saya sangat salut dengan mereka (mengingat hal itu cenderung susah, kata orang)

  4. Pola keagamaan di Jepang kayaknya serupa dengan di Inggris, yang pada sebuah survey mayoritas merespon; “saya percaya pada suatu higher power, tapi saya tak tahu apa”. Tuhan dianggap sebagai suatu entitas misterius yang mengayomi manusia. Seringkali tidak antropomorfik, mirip konsep nyeleneh “Tuhan adalah cinta” yang ada di Kristen a la gnostik atau sufisme dalam Islam.

    Konsep tuhan agnostik empiris dicampur pemahaman deistik, mungkin sedikit Voltairean? Soalnya agama tidak dinilai sebagai suatu yang integral— lebih mengarah ke mencari jalan sendiri menuju Tuhan. Mungkin karena pengaruh Buddhisme di Jepang? Soalnya ada aforisme Buddhistik yang luar biasa sekali; “Jalan menuju Tuhan ada sebanyak jumlah jiwa manusia yang ada di alam semesta”. 😛

  5. 5 buchi

    Denger(baca) tulisan/kabar ini ga kebayang kalo aku alami sendiri.

  6. @arul
    mungkin suatu saat jepang akan menemukanya lewat jalan lain,tekhnolgi misalnya.he.he..
    @abee
    *idem juga*
    @kenshusei
    kemungkinan itu tetap ada kawan..
    @kopral geddoe
    betul boss,begitulah kira2
    kalau pengaruh budhisme di jepang kemungkinan ada juga,tapi jepang lebih banyak ke “enjoy aja” dalam hidup.

  7. Wah harus banyak belajar tuh supaya lain kali bisa menjelaskan dengan benar.. Dan bikin langsung skak matt..
    ehh tulisan tahun kapan neh?? setahun yang lalu…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: